Ads

Struktur Akun Google Ads: Cara Menyusun Campaign dan Grup Iklan yang Efektif

21 September 2026
struktur-akun-google-ads
AI Summarize on:

Dalam menggunakan Google Ads, dibutuhkan adanya struktur akun Google Ads sebagai tempat untuk mengorganisasi account, campaign, grup iklan, keyword, ads, budget, targeting, dan conversion agar campaign dapat dikelola serta dioptimalkan secara sistematis. 

Dalam membentuk struktur pun perlu diperhatikan. Struktur yang terlalu sederhana dapat mencampurkan produk, budget, dan target, sedangkan struktur yang terlalu kompleks dapat memecah data ke terlalu banyak campaign dan grup iklan. 

Karena itu, struktur yang efektif perlu mengikuti tujuan bisnis dan kebutuhan kontrol, bukan sekadar jumlah keyword.

Bagaimana Struktur Akun Google Ads Bekerja?

Google Ads pada dasarnya memiliki tiga level utama: Account → Campaign → Ad Group

Account menaungi berbagai campaign. Di dalam campaign terdapat pengaturan seperti budget, bidding, lokasi, objective, dan tipe campaign, sedangkan grup iklan mengelompokkan keyword atau targeting serta ads dengan tema yang relevan.

Secara sederhana, fungsi dari masing-masing struktur adalah sebagai berikut:

LevelFungsi utama
AccountOwnership, access, billing, keseluruhan campaign
CampaignBudget, bidding, lokasi, objective, campaign type
Ad GroupMengelompokkan targeting dan ads dengan tema relevan
Keyword/TargetingMenentukan search demand pada Search
AdsPesan yang dilihat pengguna
Landing PageHalaman tujuan setelah klik

Struktur detail dapat berbeda berdasarkan tipe campaign. Performance Max, misalnya, tidak menggunakan struktur keyword dan ad group seperti Search.

Mengapa Struktur Akun Google Ads Penting?

Struktur akun bukan sekadar membuat dashboard terlihat rapi. Struktur menentukan seberapa mudah Anda mengontrol budget, menjaga relevansi iklan, dan membaca performance campaign. Beberapa manfaat utamanya:

  • Mengontrol anggaran: setiap campaign dapat memiliki pengaturan budget sendiri.
  • Menentukan strategi bidding: produk atau objective dengan economics berbeda dapat membutuhkan target performa berbeda.
  • Menjaga relevansi: struktur membantu menghubungkan Keyword → Search Intent → Ad Copy → Landing Page.
  • Mempermudah analisis: Anda dapat melihat produk, campaign, tema keyword, atau market mana yang menghasilkan conversion dan mana yang membutuhkan optimasi.

Dengan demikian, struktur akun adalah bagian dari arsitektur untuk budget, measurement, dan optimization.

Baca juga: Memahami Fitur Penting Google Ads: Panduan Lengkap

Tentukan Struktur Berdasarkan Strategi Bisnis, Bukan Jumlah Keyword

Jangan menentukan struktur hanya berdasarkan jumlah keyword. Memiliki 1.000 keyword tidak berarti Anda membutuhkan 100 grup iklan atau puluhan campaign. Pertimbangkan terlebih dahulu:

  • Apa produk atau layanan yang dijual?
  • Apa objective campaign?
  • Apakah budget perlu dipisahkan?
  • Apakah target market berbeda?
  • Apakah economics setiap produk berbeda?
  • Conversion apa yang ingin dicapai?
  • Apakah landing page yang tersedia berbeda?

Baru setelah itu tentukan flow dasar: Account → Campaign → Ad Group

Gunakan framework: Business Requirement → Required Control → Campaign Structure

Kapan Sebaiknya Membuat Campaign Baru?

Campaign baru sebaiknya dibuat ketika bisnis membutuhkan keputusan atau kontrol yang berbeda. Lima kondisi berikut dapat menjadi pertimbangan:

  • Tujuan campaign berbeda: misalnya satu campaign untuk lead generation dan lainnya untuk awareness.
  • Budget perlu dipisahkan: Product A memiliki budget Rp100 juta per bulan, sedangkan Product B hanya Rp25 juta.
  • Economics berbeda: Product A memiliki target CPA Rp300.000, sedangkan Product B Rp1.500.000.
  • Market atau lokasi berbeda: Indonesia dan Singapore mungkin membutuhkan budget, bahasa, pricing, sales team, atau target bidding yang berbeda.
  • Conversion goal berbeda: satu campaign mengejar purchase, sementara campaign lain mengejar qualified lead.

Pisahkan campaign ketika perusahaan membutuhkan keputusan atau kontrol yang berbeda.

Kapan Tidak Perlu Membuat Campaign Baru?

Campaign baru tidak perlu dibuat jika tidak ada perbedaan dalam hal tujuan, budget, bidding, targeting, atau strategi.

Jangan membuat campaign terpisah hanya karena terdapat:

  • satu keyword;
  • satu match type;
  • setiap device;
  • setiap audience;
  • setiap kota;
  • variasi kecil dari produk yang sama.

Misalnya, campaign CRM Exact Jakarta, CRM Phrase Jakarta, dan CRM Broad Jakarta tidak selalu perlu dipisahkan jika objective, budget, bidding, dan landing page-nya sama. Segmentasi hanya berguna jika menghasilkan treatment atau keputusan yang berbeda.

Bagaimana Menentukan Struktur Grup Iklan?

Grup iklan digunakan untuk mengelompokkan keyword atau targeting yang membutuhkan advertising message serupa. Gunakan tiga pertanyaan berikut:

  • Apakah search intent-nya sama? CRM untuk Sales dan CRM untuk Customer Service memiliki kebutuhan berbeda.
  • Apakah message yang dibutuhkan sama? Jika satu set headline dan description sulit menjelaskan seluruh keyword secara relevan, grup iklan mungkin terlalu luas.
  • Apakah landing page-nya sama? Keyword yang mengarah ke halaman berbeda sebaiknya dipertimbangkan untuk thematic group berbeda.

Untuk penyusunan struktur grup iklan, gunakan framework: Search Intent → Themed Ad Group → Relevant Ads → Relevant Landing Page

Gunakan Themed Ad Groups, Bukan Satu Keyword untuk Satu Grup Iklan

Pendekatan Single Keyword Ad Group (SKAG) menempatkan satu keyword dalam satu grup iklan. Walaupun memberikan kontrol granular, penerapannya pada banyak keyword dapat membuat data terfragmentasi dan reporting semakin kompleks.

Sebagai alternatif, gunakan themed ad groups. Misalnya, keyword software CRM, aplikasi CRM, sistem CRM, dan CRM untuk perusahaan dapat berada dalam satu grup jika memiliki intent, message, dan landing page yang sama.

Keyword tidak perlu identik secara kata. Yang lebih penting adalah kesamaan search intent, message, dan landing page.

Perlukah Memisahkan Grup Iklan Berdasarkan Match Type?

Tidak selalu. Jika keyword exact, phrase, dan broad memiliki objective, message, serta landing page yang sama, tidak ada kebutuhan otomatis untuk membuat grup iklan terpisah. 

Pemisahan dapat dipertimbangkan jika diperlukan untuk experiment, reporting, bidding treatment, atau business requirement tertentu. Jadi, match type adalah targeting control, bukan business objective.

Hubungkan Grup Iklan dengan Ad Copy dan Landing Page

Keyword, iklan, dan landing page sebaiknya memiliki tema yang sama agar pengguna mendapatkan pengalaman yang relevan dari pencarian hingga conversion. Contohnya:

Campaign: Search | ERP | Leads

Ad Group: ERP Manufaktur

Keywords:

  • ERP manufaktur
  • software ERP manufaktur
  • ERP untuk pabrik

Ads: Software ERP untuk Manufaktur

Landing Page: ERP untuk Industri Manufaktur

Alurnya menjadi:

Keyword Theme → Relevant Ads → Relevant Landing Page → Conversion

Jika satu Ad Group berisi keyword yang terlalu beragam sehingga iklannya harus dibuat sangat umum, sebaiknya keyword tersebut dipisahkan berdasarkan tema yang lebih spesifik.

Contoh Struktur Akun Google Ads untuk Bisnis Multi-Product

Misalnya perusahaan software memiliki tiga produk dengan budget dan economics berbeda:

Campaign: Search | CRM | Leads

  • CRM Software
  • CRM Sales
  • CRM Enterprise

Campaign: Search | ERP | Leads

  • ERP Software
  • ERP Manufacturing
  • ERP Enterprise

Campaign: Search | HRIS | Leads

  • HRIS Software
  • HRIS Payroll
  • HRIS Enterprise

Produk berbeda dapat dipisahkan karena memiliki budget, economics, dan kebutuhan reporting berbeda. Prinsipnya: Split for Control, Consolidate for Learning.

Bagaimana Jika Bisnis Memiliki Banyak Lokasi?

Jangan otomatis membuat campaign untuk setiap kota. Jakarta, Bandung, dan Surabaya masih dapat berada dalam satu campaign jika objective, budget, offer, sales process, dan bidding target sama. Pertimbangkan campaign terpisah jika terdapat:

  • budget khusus per lokasi;
  • target CPA berbeda;
  • local offer berbeda;
  • ketersediaan produk atau layanan berbeda;
  • sales ownership berbeda.

Artinya, lokasi dipisahkan karena business requirement, bukan sekadar karena nama kotanya berbeda.

Baca juga: 6 Tips Meningkatkan Penjualan Bisnis dengan Google Ads

Brand dan Non-Brand: Perlukah Campaign Terpisah?

Keyword brand dan non-brand dapat dipisahkan jika memiliki kebutuhan yang berbeda dalam hal budget, bidding, targeting, reporting, atau strategi kompetisi.

Namun, pemisahan campaign tidak selalu diperlukan. Campaign sebaiknya dipisahkan hanya jika ada perbedaan strategi atau kontrol yang memang dibutuhkan bisnis.

Prinsipnya sederhana:

Business Requirement → Required Control → Campaign Structure

Conversion Goal Harus Selaras dengan Struktur Campaign

Struktur account sebaiknya mengikuti cara bisnis mengukur keberhasilan. Untuk B2B, misalnya, perjalanan conversion dapat berkembang dari:

Click → Lead → Qualified Lead → Opportunity → Revenue

Karena itu, campaign yang mengejar lead sebaiknya tidak dinilai hanya dari CPL. Cost per Qualified Lead, opportunity, dan pipeline juga dapat memberikan gambaran yang lebih dekat dengan business value.

Dengan demikian, campaign structure dan conversion structure perlu mengikuti business objective yang sama.

Gunakan Naming Convention agar Struktur Mudah Dikelola

Gunakan format penamaan yang konsisten, misalnya:

[Campaign Type] | [Market] | [Product] | [Objective]

Contoh:

  • Search | ID | CRM | Leads
  • Search | ID | ERP | Leads
  • PMax | ID | Ecommerce | Purchase

Untuk grup iklan:

[Search Theme] | [Intent]

Contoh: CRM Enterprise | Commercial.

Hindari nama seperti Campaign baru, Search terbaru, atau Final campaign 2. Naming convention seharusnya membantu proses Identify → Filter → Analyze → Report.

Framework Menentukan Struktur Akun Google Ads

Gunakan pertanyaan berikut:

PertanyaanLevel
Apakah billing atau ownership berbeda?Account
Apakah budget atau objective berbeda?Campaign
Apakah intent atau message berbeda?Ad Group
Apakah hanya variasi query?Keyword

Jadi, bukan Lebih Banyak Keyword → Lebih Banyak Campaign, melainkan Business Difference → Required Control → Appropriate Structure.

Checklist Struktur Akun Google Ads yang Efektif

Sebelum menjalankan atau merestrukturisasi account, pastikan:

  • setiap campaign memiliki objective yang jelas;
  • budget dipisahkan hanya jika diperlukan;
  • produk dengan economics berbeda dapat dianalisis secara terpisah;
  • setiap grup iklan memiliki search theme yang jelas;
  • keyword, ads, dan landing page relevan;
  • match type tidak otomatis menjadi campaign berbeda;
  • conversion sesuai dengan business objective;
  • naming convention konsisten;
  • data tidak tersebar ke terlalu banyak campaign kecil;
  • struktur tetap mudah dikembangkan ketika bisnis bertambah besar.

Ketika account memiliki banyak produk, keyword, lokasi, dan campaign, struktur perlu dirancang bersama dengan bidding, conversion tracking, keyword strategy, landing page, dan measurement. Doxadigital menyediakan layanan Google Ads yang mencakup riset keyword, paid search, serta monitoring dan penyesuaian berbasis data.

Struktur Akun yang Baik Harus Mempermudah Keputusan, Bukan Menambah Kompleksitas

Struktur akun Google Ads bukan sekadar membagi iklan ke dalam campaign dan grup iklan. Struktur yang tepat membantu perusahaan menentukan di mana budget dialokasikan, objective apa yang ingin dicapai, search intent apa yang ditargetkan, dan bagaimana setiap bagian bisnis diukur.

Struktur akun yang efektif mengikuti tujuan bisnis dari campaign hingga conversion. Pisahkan campaign ketika keputusan bisnis berbeda, lalu gabungkan ketika objective dan treatment-nya sama.

Jika struktur account Google Ads Anda sudah memiliki terlalu banyak campaign dan grup iklan sehingga budget atau performance sulit dianalisis, Doxadigital dapat membantu melakukan audit dan restructuring agar akun lebih terstruktur, mudah dikelola, dan lebih selaras dengan objective bisnis.

Dengan pengelolaan Google Ads yang tepat, bisnis dapat mengurangi budget yang terbuang, meningkatkan relevansi campaign, dan lebih mudah mengidentifikasi peluang optimasi.

Konsultasikan struktur Google Ads Anda dengan tim Google Ads Agency Jakarta Doxadigital. Doxadigital saat ini tercatat sebagai Google Premier Partner dengan tim Google Ads yang tersertifikasi.

AI Summarize on:

Artikel Terbaru

Mohon Isi Form Dibawah Ini!

WA Popup Form ID