Ads

Apa Saja Scope Kerja Google Ads Agency? Dari Strategi hingga Optimasi untuk Scale Leads dan Sales

14 Oktober 2026
Scope yang Dikerjakan Google Ads Agency
AI Summarize on:

Pengelolaan Google Ads pada tiap layanan agency memiliki scope of work yang berbeda. Ada yang hanya menangani campaign dan optimasi akun, ada juga yang melakukan conversion tracking, landing page recommendation, creative, analytics, hingga evaluasi kualitas lead.

Karena hal ini, penting untuk memahami scope kerja Google Ads agency untuk memahami implementasinya. Scope yang jelas juga membantu perusahaan memahami sejauh mana agency dapat berkontribusi terhadap peningkatan leads dan sales.

Mari simak pembahasan berikut untuk mengetahui hal-hal seputar scope yang dikerjakan oleh Google Ads agency. 

Apa Saja Scope yang Dikerjakan Google Ads Agency?

Scope Google Ads agency dapat mencakup berbagai tahap, mulai dari memahami tujuan bisnis hingga melakukan optimasi campaign secara berkala. Setiap tahap memiliki fungsi berbeda untuk memastikan iklan berjalan sesuai target yang ingin dicapai.

Berikut ini adalah penjelasannya:

1. Memahami Business Objective dan Conversion yang Ingin Dicapai

Agency perlu memahami produk atau layanan, target customer, serta geographic market sebelum membuat campaign. Tujuan campaign untuk mengejar volume lead dapat membutuhkan setup yang berbeda dari campaign yang berfokus pada revenue atau high-value customer.

Pada tahap ini, agency dapat menentukan campaign objective, primary conversion, serta KPI hierarchy yang digunakan. Kejelasan target membantu setiap aktivitas Google Ads memiliki arah yang sesuai dengan kebutuhan bisnis.

2. Audit Account, Tracking, dan Data Sebelum Campaign Di-scale

Sebelum melakukan optimasi lebih jauh, agency perlu melihat kondisi akun Google Ads, riwayat campaign, serta conversion aksi yang sudah digunakan. Langkah ini membantu memastikan data yang menjadi dasar optimasi cukup akurat untuk mengambil keputusan.

Agency sebaiknya tidak mengoptimasi campaign berdasarkan data konversi yang belum terpercaya. Jika semua form submit dianggap konversi, padahal banyak yang berupa spam atau lead berkualitas rendah, bidding otomatis dapat belajar dari sinyal yang tidak sesuai dengan tujuan bisnis.

3. Keyword, Audience, dan Search Demand Research

Scope ini mencakup keyword research, search intent, query themes, branded dan non-branded demand, serta konteks kompetitor. Tujuannya adalah memahami bagaimana calon pelanggan mencari produk atau layanan yang ditawarkan.

Keyword dengan volume pencarian tinggi belum tentu layak mendapatkan budget terbesar jika intent-nya jauh dari pembelian. Pemahaman tentang search intent juga membantu agency menentukan demand yang lebih relevan dengan tujuan campaign.

4. Menentukan Campaign Architecture dan Jenis Campaign

Agency perlu menentukan struktur campaign berdasarkan perilaku audiens dan tujuan bisnis. Search dapat digunakan untuk menjangkau orang yang sedang aktif mencari produk atau layanan, sedangkan Performance Max dapat menjangkau berbagai inventory Google, seperti Search, YouTube, Display, Discover, Gmail, dan Maps.

5. Campaign Setup

Tahap ini mencakup eksekusi campaign, seperti pengaturan campaign, ad group atau asset group, keyword, match type, location, targeting, hingga destination. Detail deliverable perlu disepakati sejak awal agar klien mengetahui pekerjaan yang termasuk dalam layanan.

Istilah “campaign setup” juga perlu dijelaskan secara spesifik dalam scope kerja. Apakah sudah termasuk keyword research, copywriting, creative, atau hanya konfigurasi campaign perlu ditentukan agar tidak terjadi perbedaan ekspektasi.

CTA Google Ads

6. Budget Allocation dan Bidding Strategy

Agency dapat membantu menentukan alokasi budget dan prioritas antar-campaign sesuai potensi serta tujuan bisnis. Bidding strategy juga perlu dipilih berdasarkan conversion atau conversion value yang ingin dioptimalkan.

Peran agency bukan sekadar memastikan budget terserap sesuai rencana. Pengelolaan budget juga perlu mempertimbangkan prioritas campaign, performa, serta strategi bidding yang digunakan, termasuk sinyal auction-time pada Smart Bidding.

7. Search Terms, Negative Keywords, dan Traffic Quality

Optimasi Google Ads perlu dilakukan setelah campaign berjalan untuk melihat query yang benar-benar memicu iklan. Agency dapat meninjau search terms, menemukan pencarian yang tidak relevan, lalu menambahkan negative keyword sesuai kebutuhan.

Pekerjaan ini membantu menjaga kualitas traffic yang masuk ke website. Search Terms Report juga dapat digunakan untuk menemukan query yang relevan serta kandidat negative keyword untuk optimasi campaign.

8. Creative, Ad Copy, dan Testing

Agency dapat menangani messaging, offer, headline, description, assets, visual, video, hingga testing. Bentuk tanggung jawabnya perlu disesuaikan dengan engagement yang disepakati bersama client.

Pada satu engagement, agency mungkin menulis ad copy dan membuat creative secara langsung. Pada engagement lain, agency hanya memberikan brief atau rekomendasi kepada tim internal client untuk dieksekusi.

9. Landing Page dan Conversion Experience

Traffic yang relevan belum tentu menghasilkan conversion jika terdapat masalah pada value proposition, relevansi landing page, UX, atau CTA. Agency dapat mengidentifikasi hambatan tersebut dari data campaign dan memberikan rekomendasi perbaikan.

Kedalaman pekerjaan landing page berbeda pada setiap agency. Scope dapat berupa CRO recommendation, atau wireframe, sedangkan implementasi website dapat menjadi tanggung jawab tim Web Development. 

10. Conversion Tracking dan Measurement

Conversion tracking membantu agency dan bisnis memahami tindakan pengguna setelah berinteraksi dengan iklan. Pengukurannya dapat mencakup primary dan secondary conversion, website conversion, hingga call atau WhatsApp jika dapat diukur melalui setup yang sesuai.

Measurement juga menentukan data yang dipelajari Google Ads serta metrik yang digunakan management untuk mengevaluasi campaign.

Baca Juga: Biaya Google Ads: Menentukan Anggaran Iklan untuk Bisnis

Bagaimana Menentukan Scope Google Ads Agency yang Dibutuhkan Perusahaan?

Tidak semua perusahaan membutuhkan scope Google Ads yang sama karena masalah yang dihadapi setiap campaign dapat berbeda. Scope sebaiknya ditentukan berdasarkan bottleneck utama agar pekerjaan agency benar-benar menjawab kebutuhan bisnis.

Berikut ini adalah penjelasannya:

1. Jika Problem Utamanya Traffic

Jika masalah utama berada pada traffic, agency perlu melihat search demand, targeting, struktur campaign, keyword, dan reach. Evaluasi ini membantu menemukan apakah iklan sudah menjangkau audiens yang tepat dengan volume yang memadai.

Fokus optimasi kemudian diarahkan pada sumber traffic yang paling relevan. Struktur campaign dan keyword juga perlu disesuaikan dengan pola pencarian calon customer.

2. Jika Problem Utamanya Conversion

Traffic yang sudah relevan perlu dievaluasi kembali jika konversi masih rendah. Agency dapat melihat targeting, offer, landing page, tracking, dan keseluruhan pengalaman konversi. 

Data campaign dapat menunjukkan apakah masalah berasal dari kualitas traffic atau proses setelah pengguna masuk ke website. Hasil evaluasi ini membantu menentukan area yang perlu diperbaiki lebih dahulu.

3. Jika Problem Utamanya Lead Quality

Jumlah lead yang tinggi belum tentu menunjukkan campaign yang sehat jika banyak lead tidak sesuai target. Agency perlu melihat search intent, query quality, proses kualifikasi, dan feedback dari CRM atau tim sales.

Feedback dari sales dapat menjadi signal penting untuk menilai kualitas traffic yang dihasilkan. Informasi tersebut dapat digunakan untuk memperbaiki targeting, keyword, messaging, hingga optimasi campaign.

4. Jika Problem Utamanya Scale

Scaling membutuhkan evaluasi terhadap budget, bidding, serta diversifikasi campaign. Agency perlu melihat apakah campaign sudah memiliki ruang untuk meningkatkan volume tanpa menurunkan efisiensi secara signifikan.

Strategi scale juga perlu mempertimbangkan campaign yang memiliki performa terbaik dan peluang demand yang masih tersedia. Penambahan budget sebaiknya dilakukan berdasarkan data dan kapasitas bisnis untuk menerima leads atau sales tambahan.

Baca Juga: Cara Memilih Konsultan Google Ads

Jadi, Apa yang Seharusnya Dikerjakan Google Ads Agency?

Google Ads agency idealnya tidak hanya bertanggung jawab membuat iklan tayang. Scope yang baik mencakup proses memahami objective, menyiapkan campaign, memastikan measurement, memantau kualitas traffic, dan melakukan optimasi berdasarkan data.

Kedalaman pekerjaan pada setiap area dapat berbeda sesuai engagement antara agency dan client. Hal terpenting adalah setiap aktivitas memiliki objective, ownership, measurement, dan proses optimasi yang jelas.

Maksimalkan Google Ads dengan Scope yang Tepat

Pengelolaan Google Ads yang efektif membutuhkan lebih dari sekadar campaign setup. Strategy, conversion tracking, targeting, bidding, landing page, optimization, dan reporting perlu terhubung dengan objektif yang ingin dicapai bisnis.

Jika perusahaan Anda ingin meningkatkan efektivitas iklan sekaligus mendapatkan gambaran yang lebih jelas mengenai kontribusi Google Ads terhadap bisnis, Doxadigital, sebagai Google Ads Agency Jakarta, dapat membantu menyusun dan mengelola campaign sesuai target. 

Dengan pengelolaan yang terarah, perusahaan dapat memahami kanal dan strategi yang paling efektif dalam menghasilkan prospek atau penjualan, sehingga keputusan pemasaran berikutnya dapat didasarkan pada data dan peluang pertumbuhan yang lebih jelas.

AI Summarize on:

Artikel Terbaru

Mohon Isi Form Dibawah Ini!

WA Popup Form ID