Cara Optimasi Anchor Text untuk SEO

Anchor text adalah elemen penting dalam strategi SEO yang sering diabaikan. Padahal, teks tautan yang baik bisa membantu mesin pencari memahami konteks halaman dan meningkatkan relevansi antar konten.
Dalam panduan ini, Anda akan mempelajari cara mengoptimalkan anchor text secara efektif — agar link building dan internal linking strategi Anda tetap alami, aman, dan kuat secara SEO.
Apa Itu Anchor Text dan Mengapa Penting dalam SEO
Anchor text adalah teks yang dapat diklik pada hyperlink dan mengarahkan pengguna ke halaman lain baik di dalam situs (internal link) maupun di luar situs (external link).
Selain membantu navigasi pengguna, anchor text memberi sinyal kepada mesin pencari tentang isi halaman tujuan.
Contoh:
“Panduan SEO On-Page” jauh lebih informatif dibanding “klik di sini”.
Menurut Semrush (2024), anchor text berfungsi sebagai indikator relevansi antara halaman sumber dan halaman target. Google menggunakan teks ini untuk menentukan apakah kedua halaman memiliki hubungan semantik yang kuat.
Jenis-Jenis Anchor Text (Anchor Text Types)
-
Exact Match
Contohnya: “jasa SEO profesional”
- Kelebihan: Relevansinya sangat kuat dengan kata kunci target.
- Risiko jika berlebihan: Bisa dianggap manipulatif oleh Google jika terlalu sering digunakan.
-
Partial Match
Contohnya: “layanan optimasi SEO”
- Kelebihan: Masih relevan dengan kata kunci, tapi terasa lebih alami.
- Risiko jika berlebihan: Umumnya relatif aman, tapi tetap perlu variasi agar tidak terlihat dipaksakan.
-
Branded
Contohnya: “Ahrefs”, “HubSpot”
- Kelebihan: Meningkatkan otoritas dan kepercayaan terhadap merek.
- Risiko jika berlebihan: Tidak langsung membantu peringkat untuk kata kunci tertentu.
-
Naked URL
Contohnya: “www.domain.com”
- Kelebihan: Terlihat transparan dan aman untuk digunakan.
- Risiko jika berlebihan: Kurang memberikan konteks atau sinyal SEO tambahan pada mesin pencari.
-
Generic
Contohnya: “klik di sini”, “baca selengkapnya”
- Kelebihan: Terasa natural bagi pengguna dan mudah dipahami.
- Risiko jika berlebihan: Tidak memberikan sinyal SEO karena tidak mengandung kata kunci relevan.
-
Image Anchor
Contohnya: Menggunakan alt text pada gambar sebagai anchor.
- Kelebihan: Bermanfaat untuk SEO gambar dan aksesibilitas.
- Risiko jika berlebihan: Pastikan alt text deskriptif dan relevan agar tidak dianggap spammy.
Praktik Terbaik dalam Mengoptimalkan Anchor Text
Gunakan Teks yang Deskriptif dan Relevan
Pastikan anchor text mencerminkan isi halaman tujuan.
Contoh:
- “Strategi SEO On-Page” → mengarah ke halaman tentang on-page SEO
- “Klik di sini” → tidak memberi konteks yang jelas
Jaga Anchor Text Tetap Alami dan Ringkas
Hindari penggunaan kata kunci berulang (keyword stuffing).
Idealnya, panjang anchor text antara 2–6 kata dan menyatu secara alami dalam kalimat.
Contoh:
“Pelajari cara audit SEO lengkap untuk meningkatkan performa situs Anda.”
Diversifikasikan Jenis Anchor
Gunakan variasi tipe anchor untuk menciptakan profil tautan yang sehat dan alami.
Rekomendasi distribusi berdasarkan Diggity Marketing (2025):
- 40% Branded
- 30% Natural / Generic
- 20% Partial Match
- 10% Exact Match
Kesalahan Umum dalam Optimasi Anchor Text
- Mengulang anchor exact match terlalu sering
- Menggunakan anchor yang tidak relevan
- Tidak memperhatikan pengalaman pengguna
- Menyembunyikan anchor dalam elemen yang tidak bisa diklik
- Tidak mengatur distribusi internal link dengan benar
Anchor Text untuk Internal Linking
Internal linking membantu mesin pencari menelusuri struktur situs dan mendistribusikan link equity.
Gunakan anchor yang relevan dengan halaman tujuan dan sebarkan secara merata ke halaman penting.
Anchor Text untuk External Backlinking
Untuk backlink dari situs eksternal, pastikan penggunaannya tetap alami dan kontekstual.
Tips:
- Jangan memaksakan penggunaan keyword yang sama
- Gunakan branded atau generic anchor untuk membangun kredibilitas
- Hindari tautan dari situs yang tidak relevan
Tools untuk Audit dan Analisis Anchor Text
Ahrefs
Berfungsi untuk menganalisis distribusi anchor text dalam profil backlink suatu website. Tool ini membantu melihat seberapa sering anchor tertentu digunakan dan apakah proporsinya seimbang atau berisiko dianggap spam.
Semrush
Digunakan untuk mengidentifikasi variasi anchor text serta mendeteksi potensi masalah over-optimization (penggunaan berlebihan anchor dengan kata kunci tertentu). Dengan Semrush, kamu bisa memantau strategi anchor kompetitor juga.
Screaming Frog
Tool ini berguna untuk mengaudit anchor text pada internal link di dalam satu domain. Cocok untuk memastikan tautan internalmu menggunakan anchor yang relevan dan tidak berulang secara berlebihan.
Google Search Console
Menyediakan laporan mengenai anchor text yang paling sering digunakan untuk menuju ke situsmu. Data ini membantu memahami bagaimana situs lain (dan internal link) menggambarkan halamanmu di mata Google.
Contoh Anchor Text yang Baik dan Buruk
Contoh 1
Anchor “Panduan SEO On-Page” dinilai baik karena memberikan konteks yang jelas dan relevan dengan halaman yang dituju. Anchor ini membantu mesin pencari memahami topik dengan tepat dan juga memudahkan pengguna mengetahui isi halaman sebelum diklik.
Contoh 2
Anchor “Jasa SEO” masuk kategori sedang. Meskipun masih relevan dengan kata kunci, anchor ini sebaiknya divariasikan agar tidak terlihat berlebihan atau dianggap spam oleh Google. Variasi seperti “layanan optimasi SEO” atau “pakar SEO profesional” bisa membuat profil link lebih alami.
Contoh 3
Anchor “Klik di sini” dinilai buruk karena tidak memberikan informasi apa pun tentang halaman yang dituju. Anchor ini tidak SEO-friendly dan kurang membantu pengguna maupun mesin pencari memahami konteks link.

