Update Google Ads Februari 2026

TLDR
| Update | Impact | Indonesia Status |
|---|---|---|
| AI Max Text Guidelines | High | Available (rolling out) |
| Demand Gen Lookalike → AI Suggestion | High | Available |
| Direct Offers in AI Mode | Medium | Not available (US pilot) |
| Universal Commerce Protocol (UCP) | Medium | Not available (US only) |
| Nano Banana Pro in Asset Studio | High | Available |
| Veo 3 in Asset Studio | High | Unconfirmed |
| Demand Gen Auto-Generated Video | Medium | Available |
| NCA ROAS-Based Value Tool | Medium | Unconfirmed |
| Campaign Total Budgets (Search/PMax/Shopping) | High | Available |
| Ads in AI Overviews, Indonesia | High | Available |
| Call-Only Ads Deprecation | High | Available (global) |
| Crypto Ads Policy, Indonesia | High | Available |
| Gambling & Games Certification | High | Available |
| Product Campaign Eligibility Dashboard | Medium | Available |
| PMax Channel-Level Reporting (API v23) | High | Available |
Executive Summary
PMax Channel-Level Reporting (API v23) — Sekarang Anda bisa melihat dengan tepat bagaimana Performance Max membelanjakan anggaran di Search, YouTube, Display, Gmail, Discover, dan Maps. Indonesia: Tersedia.
Ads in AI Overviews Expanded to Indonesia — Indonesia adalah salah satu dari 12 negara tempat konten bersponsor kini muncul di dalam jawaban penelusuran yang dihasilkan AI. Indonesia: Tersedia.
Campaign Total Budgets for Search, PMax, and Shopping — Tetapkan total anggaran tetap untuk kampanye 3–90 hari; AI Google akan mengatur pacing belanja Anda. Open beta global sejak 15 Januari 2026. Indonesia: Tersedia.
AI Max Text Guidelines Rolling Out (Q1 2026) — Pengiklan kini dapat menetapkan pengecualian istilah dan pembatasan pesan untuk mengontrol teks iklan yang dihasilkan AI di AI Max dan PMax. Indonesia: Tersedia (sedang diluncurkan).
Veo 3 in Asset Studio — Pembuatan video dari teks (text-to-video) akan hadir di Google Ads Asset Studio, memungkinkan pengiklan membuat iklan video dari prompt teks. Indonesia: Belum dikonfirmasi.
Crypto Ad Policy — Indonesia Explicitly Included — Bursa kripto berizin OJK dan software wallet kini dapat beriklan saat menargetkan Indonesia. Indonesia: Tersedia.
Call-Only Ads Deprecated — Anda tidak bisa lagi membuat iklan call-only baru mulai Februari 2026. Migrasikan ke RSA dengan call assets segera. Indonesia: Tersedia (global).
Demand Gen Lookalike → AI Suggestion Model (March 2026) — Segmen lookalike akan default ke mode saran berbasis AI, meluas melewati seed list Anda. Indonesia: Tersedia.
What’s New
AI & Automation
AI Max Text Guidelines — Rolling Out Q1 2026 (Official)
Impact Level: Tinggi | Berlaku untuk: Search (AI Max), PMax
Apa yang berubah:
Panduan teks memberi pengiklan dua kontrol baru atas teks iklan yang dihasilkan AI: Term Exclusions (hingga 25 kata/frasa persis yang tidak boleh pernah digunakan AI) dan Message Restrictions (hingga 40 aturan bahasa alami yang mengarahkan perilaku AI, misalnya, “Jangan menyiratkan produk kami sedang diskon”). Ini berlaku ketika kustomisasi teks diaktifkan di AI Max untuk Search atau kampanye Performance Max.
Mengapa ini penting:
-
Mencegah teks yang merusak brand terbuat otomatis (mis. “cheap,” “bargain” untuk brand premium)
-
Memastikan pesan kepatuhan (compliance) tetap terjaga di industri teregulasi
-
Memungkinkan tim kreatif percaya pada automasi AI tanpa kehilangan brand voice
-
Mengurangi waktu review manual untuk aset yang dihasilkan AI
-
Mendukung kampanye multibahasa ketika istilah tertentu harus dikecualikan
Siapa yang perlu peduli: Semua pengiklan yang memakai AI Max atau PMax, terutama brand dengan pedoman pesan yang ketat, industri teregulasi (keuangan, kesehatan), dan positioning premium/luxury.
Ketersediaan Indonesia: Tersedia (sedang diluncurkan)
Bukti: Ginny Marvin (Google) mengonfirmasi panduan teks “akan mulai diluncurkan ke lebih banyak pengiklan pada musim gugur ini” (September 2025), dengan ketersediaan penuh hingga Q1 2026. Fitur ini berkembang secara global ke semua pengiklan.
Langkah tindakan:
-
Cek pengaturan kampanye AI Max atau PMax Anda untuk opsi text guidelines
-
Buat daftar pengecualian brand: identifikasi 10–25 kata yang bertentangan dengan positioning (mis. “murah,” “gratis” jika Anda premium)
-
Tulis 5–10 message restrictions dalam bahasa alami (mis. “Jangan pernah menyiratkan gratis ongkir jika kami mengenakan biaya kirim”)
-
Tinjau aset auto-generated saat ini di asset report untuk menemukan pola yang ingin Anda cegah
-
Uji dulu pada satu kampanye sebelum menerapkan ke semua kampanye
-
Review aset yang dihasilkan setiap minggu selama bulan pertama
Risiko/catatan: Text guidelines hanya bekerja saat text customization dinyalakan. Tidak berlaku untuk headline/deskripsi yang dibuat manual. Terlalu banyak pembatasan dapat membatasi kemampuan AI menemukan kombinasi berkinerja tinggi.
Sumber:
-
Search Engine Land: Google Ads’ new text guidelines feature begins rolling out
-
Ginny Marvin (Google Ads Liaison), posting LinkedIn, September 2025
-
Groas.ai: Google Ads AI Max: Complete 2026 Guide
Demand Gen Lookalike Segments → AI Suggestion Model (Official)
Impact Level: Tinggi | Berlaku untuk: Demand Gen
Apa yang berubah:
Mulai Maret 2026, segmen Lookalike di kampanye Demand Gen akan default ke “suggestion mode” berbasis AI alih-alih penargetan ketat berbasis kemiripan. AI dapat meluas melampaui seed list yang dipilih untuk menemukan pengguna yang paling mungkin konversi, mirip pendekatan Advantage+ milik Meta. Pengiklan bisa opt-out per ad group untuk mempertahankan penargetan Lookalike lama. Ukuran minimum seed list 100 pengguna tetap sama.
Mengapa ini penting:
-
Potensi kenaikan volume konversi dengan menjangkau pengguna yang dianggap high-intent oleh AI meski tidak benar-benar mirip seed list
-
Mengurangi kebutuhan membangun dan memelihara banyak segmen Lookalike secara manual
-
Menyelaraskan penargetan Demand Gen dengan logika ekspansi AI yang sama seperti di PMax
-
Dapat menurunkan CPA untuk kampanye top-of-funnel karena AI menemukan jalur konversi yang lebih murah
-
Pengiklan yang menjalankan lead gen flow WhatsApp lewat Demand Gen dapat melihat kumpulan lead yang lebih luas
Siapa yang perlu peduli: Ecommerce, lead gen, dan pengiklan app yang menjalankan Demand Gen; siapa pun yang memakai segmen Lookalike untuk ekspansi audiens.
Ketersediaan Indonesia: Tersedia
Bukti: Update ini berlaku untuk semua kampanye Demand Gen secara global. Google Ads Help Center mengonfirmasi: “Lookalike segments will default to a suggestion mode for Demand Gen campaigns in Google Ads.”
Langkah tindakan:
-
Review performa audiens Lookalike Demand Gen saat ini sebagai baseline sebelum Maret
-
Putuskan per ad group: tetap pakai suggestion mode atau opt-out ke legacy
-
Untuk kampanye bernilai tinggi yang sensitif kualitas lead, pertimbangkan opt-out dulu dan uji di ad group terpisah
-
Pantau metrik kualitas lead (bukan hanya volume) secara ketat selama 2–4 minggu setelah rollout Maret
-
Pastikan CRM/lead scoring dapat membedakan lead Demand Gen agar pergeseran kualitas bisa diukur
Risiko/catatan: Kontrol atas ambang kemiripan audiens berkurang. Kualitas lead bisa turun di awal saat AI mengeksplorasi audiens lebih luas. Opt-out berlaku per ad group, bukan level campaign.
Sumber:
-
Google Ads Help Center: Use Lookalike segments to grow your audience
-
Swipe Insight: Google updates Lookalike audiences in Demand Gen
Direct Offers in AI Mode (Official — Pilot)
Impact Level: Menengah | Berlaku untuk: Shopping / AI Mode
Apa yang berubah:
Google meluncurkan “Direct Offers,” sebuah pilot Google Ads baru yang memungkinkan retailer menampilkan diskon eksklusif dan personal langsung di dalam AI Mode ketika Google mendeteksi niat beli tinggi. Alih-alih iklan tradisional, AI menampilkan penawaran kontekstual (mis. “diskon 20%”) tepat saat shopper siap membeli. Diluncurkan di NRF 2026 pada 11 Januari. Partner awal termasuk Petco, e.l.f. Cosmetics, Samsonite, Rugs USA, dan merchant Shopify.
Mengapa ini penting:
-
Tekanan konversi bergeser lebih awal, di dalam percakapan AI Google alih-alih di website Anda
-
Menciptakan format “sponsored deal” baru yang terikat ke sinyal niat beli
-
Brand dengan data Merchant Center kuat dan harga kompetitif mendapat first-mover advantage
-
Dapat meningkatkan conversion rate secara signifikan untuk promosi ketika dipadukan dengan deteksi intent AI
Siapa yang perlu peduli: Ecommerce, brand D2C, retail.
Ketersediaan Indonesia: Tidak tersedia
Bukti: “Pilot diluncurkan di NRF 2026 pada 11 Januari dan saat ini tersedia untuk pengiklan AS tertentu.” Timeline ekspansi internasional belum diungkap.
Langkah tindakan (persiapan dari sekarang):
-
Pastikan feed Merchant Center Anda sangat rapi: harga akurat, gambar berkualitas tinggi, data promosi terstruktur
-
Mulai set promosi di Merchant Center agar siap saat pilot meluas
-
Buat kalender promosi dengan penawaran kompetitif (diskon persentase, bundle, free shipping)
-
Pantau pengumuman Google untuk ekspansi pilot Asia-Pasifik
Risiko/catatan: Pilot hanya AS; belum ada timeline terkonfirmasi untuk Indonesia. Membutuhkan integrasi Merchant Center dan sertifikasi Google untuk retailer peserta.
Sumber:
-
Google Blog: New tech and tools for retailers to succeed in an agentic shopping era
-
Groas.ai: Google Ads Updates: February 2026
-
AdTech Radar: Google Brings Deal-Based Ads to AI Search With Direct Offers
Universal Commerce Protocol (UCP) — Agentic Commerce (Official)
Impact Level: Menengah | Berlaku untuk: Shopping / Merchant Center
Apa yang berubah:
Google meluncurkan UCP, standar terbuka untuk commerce bertenaga AI, memungkinkan shopper menemukan, membandingkan, dan membeli produk langsung di AI Mode dan Gemini. Checkout berbasis UCP sedang rollout di AS dengan Etsy dan Wayfair, dengan Shopify, Target, dan Walmart menyusul. Protokol ini menstandarkan cara agen AI berinteraksi dengan retailer di seluruh tahap discovery, cart management, checkout, dan post-purchase.
Mengapa ini penting:
-
Merepresentasikan lapisan infrastruktur untuk “agentic commerce” — AI yang berbelanja atas nama pengguna
-
Merchant yang mengadopsi UCP lebih awal mendapat visibilitas di pengalaman belanja AI Mode
-
Mengurangi friksi: pengguna bisa membeli tanpa meninggalkan antarmuka AI Google
Siapa yang perlu peduli: Ecommerce, retail, seller marketplace.
Ketersediaan Indonesia: Tidak tersedia
Bukti: “Google baru mengumumkan ketersediaan UCP checkout dan AI Mode advertising di AS per Februari 2026. Timeline ekspansi internasional belum diungkap.”
Langkah tindakan:
-
Pertahankan akun Merchant Center yang aktif dan teroptimasi
-
Pantau dokumentasi developer UCP untuk sinyal ekspansi internasional
-
Untuk merchant Indonesia berbasis Shopify, pantau rollout integrasi UCP dari Shopify
Sumber:
-
ALM Corp: Google UCP Expansion & AI Mode Ads: 2026 Complete Analysis
-
Google Developers: Universal Commerce Protocol Guide
-
CNBC: Google bolsters bet on AI-powered commerce
Creative & Assets
Nano Banana Pro in Asset Studio (Official)
Impact Level: Tinggi | Berlaku untuk: PMax, Demand Gen, Search, Display, YouTube
Apa yang berubah:
Nano Banana Pro (dibangun di atas Gemini 3 Pro) adalah model generasi gambar Google yang paling maju, kini sedang rollout ke semua pengguna Google Ads aktif di Asset Studio. Kemampuan utama mencakup: editing percakapan (“buat background jadi jalan bersalju”), showcase multi-produk (hingga 5 produk dalam satu scene), akurasi fotorealistik dengan render teks yang terbaca di gambar, dan konsistensi brand lewat upload reference image. Tersedia dalam 8 bahasa. Gratis untuk semua pengguna Google Ads.
Mengapa ini penting:
-
Menghilangkan kebutuhan photoshoot mahal untuk banyak kebutuhan kreatif iklan
-
Membuat varian musiman/promosi dari iklan top-performing yang sudah ada tanpa mulai dari nol
-
Teks di gambar yang tajam dan terbaca, krusial untuk promosi dan event penjualan (Harbolnas, Ramadan)
-
Scene multi-produk memungkinkan marketer menampilkan bundle dalam satu kreatif
-
Akses gratis menghilangkan hambatan biaya untuk UKM dan pengiklan Indonesia yang sensitif anggaran
Siapa yang perlu peduli: Semua pengiklan, terutama ecommerce, retail, bisnis lokal, dan agency yang mengelola banyak klien.
Ketersediaan Indonesia: Tersedia
Bukti: “Rollout ke semua pengguna Google Ads aktif di Asset Studio.” Nano Banana Pro tersedia global di Google Ads Asset Studio. 8 bahasa prompt yang didukung: English, Spanish, Dutch, French, German, Italian, Portuguese, Japanese. Bahasa Indonesia tidak termasuk, tetapi tool-nya bisa diakses oleh akun Indonesia.
Langkah tindakan:
-
Buka Asset Studio di akun Google Ads Anda dan uji Nano Banana Pro hari ini
-
Upload gambar produk top-performing Anda sebagai reference untuk konsistensi brand
-
Buat 3–5 varian musiman untuk kampanye Ramadan atau Lebaran
-
Gunakan editing percakapan untuk menguji background (mis. “taruh produk di atas kitchen counter modern”)
-
Buat gambar promosi dengan teks overlay (mis. “Diskon 50%”), uji keterbacaan sebelum dipakai
-
Bangun library 20+ aset gambar per asset group untuk kampanye PMax
Risiko/catatan: Bahasa Indonesia bukan bahasa prompt yang didukung (pakai prompt English). Gambar membawa watermark SynthID. AI kadang menghasilkan representasi produk yang tidak realistis—selalu review sebelum publish. Beberapa pengiklan melaporkan hasil tidak konsisten untuk prompt kompleks.
Sumber:
-
Google Accelerate: Nano Banana Pro is Live in Google Ads!
-
Google Accelerate: A step by step guide to the new AI features in Asset Studio
-
Google Ads Help: About Asset Studio
Veo 3 in Ads Asset Studio (Official — Announced)
Impact Level: Tinggi | Berlaku untuk: YouTube, Display, Demand Gen, PMax
Apa yang berubah:
Google memperluas Veo 3, model text-to-video generasi ketiga dari DeepMind, ke Ads Asset Studio. Pengiklan akan bisa mengetik deskripsi konsep video (termasuk scene, movement, karakter, dan sound cues) dan Veo 3 akan menghasilkan klip video lengkap yang dapat disimpan sebagai aset iklan. Diumumkan oleh Vidhya Srinivasan dalam annual ads letter pada 10 Februari 2026.
Mengapa ini penting:
-
Pembuatan iklan video tanpa biaya produksi — game-changer untuk UKM
-
Meningkatkan kecepatan produksi kreatif secara drastis untuk menguji hipotesis video
-
Menutup “video gap” bagi pengiklan yang selama ini hanya menjalankan kampanye berbasis gambar
-
Bisa digabung dengan Nano Banana Pro untuk generasi kreatif end-to-end di dalam Google Ads
Siapa yang perlu peduli: Semua pengiklan, terutama yang tidak punya resources produksi video.
Ketersediaan Indonesia: Belum dikonfirmasi
Bukti: Diumumkan global via blog resmi Google, tetapi dokumentasi rollout lengkap belum tersedia. “Google belum merilis dokumentasi lengkap; pelaporan awal menyebut pengiklan akan bisa mengetik deskripsi.” Belum ada daftar ketersediaan per negara.
Langkah tindakan:
-
Pantau apakah fitur Veo 3 muncul di Asset Studio Anda (kemungkinan rollout dalam minggu/bulan mendatang)
-
Siapkan concept brief video dari sekarang: tulis 5–10 deskripsi video pendek untuk produk utama Anda
-
Review kampanye Demand Gen dan PMax Anda untuk mengidentifikasi ad group yang butuh aset video
-
Pastikan Anda punya gambar produk yang bisa dipakai sebagai reference frame untuk generasi video
Risiko/catatan: Belum live; dokumentasi lengkap belum ada. Kualitas video AI bisa bervariasi. Review brand atas video yang dihasilkan wajib sebelum publish.
Demand Gen Auto-Generated Video from Image Ads (Official)
Impact Level: Menengah | Berlaku untuk: Demand Gen
(Catatan: bagian “What changed / Why it matters / Who should care” ada pada artikel yang sama; potongan yang kamu paste berlanjut mulai dari “Evidence/Action steps/Risks/Sources”. Terjemahan di bawah mengikuti teks yang terlihat pada halaman.)
Bukti: Fitur ini tersedia secara global dan diaktifkan otomatis untuk kampanye Demand Gen.
Langkah tindakan:
-
Cek kampanye Demand Gen Anda untuk pengaturan optimasi aset “Videos”
-
Review video auto-generated untuk kesesuaian brand, tone, dan messaging sebelum tayang
-
Opt-out dari auto-generation untuk kampanye yang membutuhkan kontrol kreatif ketat
-
Untuk kampanye lain, biarkan berjalan dan bandingkan performa video auto-generated vs ad group image-only
-
Gunakan ini sebagai cara low-risk untuk menguji hipotesis kreatif video
Risiko/catatan: Video auto-generated mungkin tidak sepenuhnya sesuai brand guidelines. Review tone voiceover, pacing, dan tipografi. Fitur ini opt-out, bukan opt-in — cek segera.
Sumber:
-
Search Engine Land: Google Ads to auto-generate videos from existing Demand Gen image ads
-
Complete AI Training: Google Ads Demand Gen Auto-Generates Videos from Image Ads
Measurement & Privacy
New Customer Acquisition ROAS-Based Value Tool (Reported)
Impact Level: Menengah | Berlaku untuk: Search, PMax, Shopping, Demand Gen
Apa yang berubah:
Google Ads sedang meluncurkan fitur yang memungkinkan pengiklan memasukkan target ROAS untuk pelanggan baru dan menerima nilai konversi yang disarankan, alih-alih mengestimasi manual berapa nilai pelanggan baru. Ini menghilangkan guesswork dari setup bidding new customer acquisition (NCA).
Mengapa ini penting:
-
Menyederhanakan salah satu setting yang paling rawan error di kampanye akuisisi
-
Mencegah distorsi ROAS akibat nilai flat yang arbitrer
-
Membantu pengiklan menyeimbangkan growth (akuisisi pelanggan baru) dengan profitabilitas (menjaga ROAS)
-
Sangat berguna untuk brand ecommerce yang menjalankan goal NCA di PMax
Siapa yang perlu peduli: Ecommerce, D2C, bisnis subscription.
Ketersediaan Indonesia: Belum dikonfirmasi
Bukti: Dilaporkan oleh Search Engine Land tanpa catatan ketersediaan per negara. Kemungkinan rollout global sebagai bagian dari perbaikan Smart Bidding Google Ads.
Langkah tindakan:
-
Cek apakah saran nilai berbasis ROAS muncul di setting NCA kampanye Anda
-
Hitung AOV (average order value) dan CLV (customer lifetime value) saat ini sebagai benchmark
-
Uji nilai yang disarankan di satu kampanye sebelum menerapkan luas
Campaigns & Targeting
Campaign Total Budgets for Search, PMax, and Shopping (Official)
Impact Level: Tinggi | Berlaku untuk: Search, PMax, Shopping, Demand Gen, YouTube
Apa yang berubah:
Per 15 Januari 2026, campaign total budgets diperluas dari Demand Gen dan YouTube untuk mencakup Search, Performance Max, dan Shopping dalam open beta global. Pengiklan dapat menetapkan total anggaran tetap untuk kampanye 3–90 hari. AI Google mengatur pacing belanja berdasarkan sinyal permintaan—membelanjakan lebih banyak di hari bertraffic tinggi dan lebih sedikit di hari lambat—tanpa pernah melampaui total.
Mengapa ini penting:
-
Menghilangkan “matematika” daily budget untuk promosi berbatas waktu (Ramadan, Harbolnas, flash sales)
-
Mencegah budget overrun dengan hard spending cap
-
Hasil awal menunjukkan ~16% kenaikan traffic vs daily budget ekuivalen, dengan ROAS tetap terjaga
-
AI pacing menangkap momen berpeluang tinggi yang sering terlewat daily budget tetap
-
Mengurangi overhead manajemen 60–75% untuk penyesuaian budget
Siapa yang perlu peduli: Semua pengiklan yang menjalankan kampanye berbatas waktu, promosi, seasonal sales, product launch.
Ketersediaan Indonesia: Tersedia
Bukti: “Google hari ini memperluas campaign total budgets ke Search, Performance Max, dan Shopping secara global dalam open beta.” PMax live di “akun non-AS.”
Langkah tindakan:
-
Untuk promosi berikutnya (mis. promo Ramadan), pilih “Campaign total budget” alih-alih daily budget
-
Hitung total budget: Target conversions × Target CPA × buffer 1,25
-
Tetapkan tanggal mulai dan selesai yang jelas (3–90 hari)
-
Pantau indikator status “Limited by budget” bila muncul; pertimbangkan menaikkan total
Ads in AI Overviews, Indonesia Now Included (Official)
(Di halaman, bagian ini muncul sebelum “Action steps/Risks/Sources” yang tertangkap pada cuplikan. Terjemahan berikut mengikuti teks yang terlihat pada cuplikan tersebut.)
Mengapa ini penting:
-
Inventori iklan premium baru dengan visibilitas tinggi; iklan muncul di samping jawaban yang dihasilkan AI
-
Tidak perlu setup kampanye terpisah; kampanye yang ada otomatis memenuhi syarat
-
Seiring AI Overviews meluas ke lebih banyak query, inventori ini akan bertambah
-
Early mover advantage: pengiklan dengan Quality Score tinggi dan aset relevan mendapat penempatan preferensial
Siapa yang perlu peduli: Semua pengiklan yang menjalankan Search, Shopping, atau PMax yang menargetkan Indonesia.
Ketersediaan Indonesia: Tersedia
Bukti: “Ads in AI Overviews kini live di 12 negara” termasuk Indonesia. Tersedia dalam Bahasa Inggris di mobile dan desktop.
Langkah tindakan:
-
Tidak perlu aktivasi; jika Anda menjalankan Search, Shopping, atau PMax, Anda sudah eligible
-
Pastikan relevansi iklan tinggi: Google mencocokkan iklan dengan query DAN konten AI Overview
-
Maksimalkan kualitas aset (RSA dengan slot headline/description penuh, gambar berkualitas tinggi untuk Shopping)
-
Review search terms report untuk query terkait AI Overview (biasanya query lebih panjang dan conversational)
-
Catatan: iklan saat ini dikecualikan dari vertikal sensitif (finance, healthcare, gambling, dll.)
Risiko/catatan: Belum ada bidding atau reporting khusus untuk placement AI Overview. Hanya tersedia untuk penelusuran berbahasa Inggris. Vertikal sensitif dikecualikan.
Sumber:
-
SE Roundtable: Google Expands Ads In AI Overviews To More Countries
-
PPC News Feed: Ads in AI Overviews Now Live in 12 Countries
-
PPC Land: Google quietly expands AI Overview ads to 11 countries
Call-Only Ads Deprecation (Official — Mandatory)
Impact Level: Tinggi | Berlaku untuk: Search
Apa yang berubah:
Mulai Februari 2026, pengiklan tidak bisa lagi membuat call-only ads baru. Call-only ads yang sudah ada akan tetap tayang sampai Februari 2027, lalu berhenti menerima impresi sepenuhnya. Google merekomendasikan migrasi ke Responsive Search Ads (RSA) dengan call assets.
Mengapa ini penting:
-
Migrasi wajib, bukan opsional
(Bagian lanjutan “Why it matters” ada di halaman yang sama; cuplikan yang tertangkap menampilkan bagian “Evidence/Action steps/Risks/Sources”.)
Bukti: “Perubahan ini memengaruhi semua akun Google Ads secara global.”
Langkah tindakan:
-
Audit semua kampanye untuk call-only ads yang masih aktif sekarang
-
Buat RSA baru dengan call assets (sebelumnya “call extensions”) sebagai pengganti
-
Masukkan nomor telepon Anda sebagai call asset di level campaign atau ad group
-
Uji kombinasi RSA + call asset selama 2–4 minggu sebelum menghentikan call-only ads lama
-
Pertimbangkan call tracking (mis. Google forwarding numbers) untuk menjaga atribusi konversi
-
Untuk bisnis Indonesia yang heavy di WhatsApp, tambahkan juga WhatsApp business messaging extensions bila tersedia
-
Deadline: selesaikan migrasi sebelum Q4 2026 untuk menghindari gangguan
Risiko/catatan: Jika Anda bergantung pada call-only ads dan tidak migrasi, Anda akan kehilangan semua impresi telepon pada Februari 2027. RSA dengan call assets menampilkan nomor telepon bersama elemen iklan lain, yang bisa sedikit mengurangi “prominence” call.
Sumber:
-
PPC News Feed: Call-Only Ads to Be Blocked in Google Ads API from January 2026
-
Red Sparrow Agency: Google Is Phasing Out Call-Only Ads
-
PPC Land: Google ends call ads in February 2026
Policy & Compliance
Cryptocurrency Ads Policy — Indonesia Explicitly Added (Official)
Impact Level: Tinggi (untuk industri crypto) | Berlaku untuk: Search, Display
(Cuplikan yang tertangkap dimulai dari “Why it matters / Evidence / Action steps”.)
Mengapa ini penting:
-
Membuka channel periklanan baru untuk industri crypto Indonesia yang berkembang
-
Hanya operator berizin OJK yang memenuhi syarat, menyaring operator tanpa izin
-
Menciptakan keunggulan kompetitif untuk exchange berizin (Tokocrypto, Indodax, dll.) untuk akuisisi user via Google Ads
-
Enforcement “warning-first” mengurangi risiko suspend instan akibat pelanggaran tidak sengaja
Siapa yang perlu peduli: Exchange cryptocurrency, penyedia digital wallet, perusahaan fintech yang beroperasi di Indonesia.
Ketersediaan Indonesia: Tersedia
Bukti: “Mulai Februari 2026, pengiklan yang menawarkan Cryptocurrency Exchanges dan Software Wallets yang menargetkan Indonesia dapat mengiklankan produk dan layanan tersebut ketika memenuhi persyaratan berikut dan tersertifikasi oleh Google.” (Google Ads Policy Help Center)
Langkah tindakan:
-
Verifikasi lisensi OJK Anda masih berlaku dan sesuai persyaratan Google
-
Ajukan sertifikasi restricted financial products Google
-
Siapkan ad copy dan landing page yang compliant terhadap OJK dan Google
-
Mulai dengan kampanye Search yang menarget query crypto ber-intent tinggi di Indonesia
-
Bangun negative keyword list untuk menghindari query terkait scam, hack, atau aktivitas tidak teregulasi
-
Pantau halaman kebijakan Google Ads untuk update persyaratan sertifikasi
Gambling & Games Policy — Stricter Certification (Official)
(Cuplikan yang terlihat berisi bagian “Evidence/Action steps/Risks/Sources”)
Ketersediaan Indonesia: Tersedia
Bukti: Halaman update kebijakan tersedia dalam Bahasa Indonesia di situs support Google, mengindikasikan kebijakan ini berlaku untuk akun Indonesia. Update berlaku global.
Langkah tindakan:
-
Audit semua iklan terkait gambling di seluruh MCC Anda untuk kepatuhan sebelum 23 Maret
-
Selesaikan pelanggaran kebijakan yang masih ada segera
-
Pastikan domain iklan dimiliki dan dioperasikan oleh pengiklan (bukan domain pihak ketiga)
-
Review status sertifikasi semua akun di bawah MCC
-
Dokumentasikan prosedur compliance untuk potensi audit di masa depan
Risiko/catatan: Enforcement level MCC berarti satu akun bermasalah bisa berdampak ke semua akun. Deadline 23 Maret 2026, kurang dari 5 minggu.
Sumber:
-
Google Ads Policy: Update to Gambling and Games Policy
-
SE Roundtable: Google Ads Gambling & Games Certification Eligibility
-
EE Gaming: Google Ads Update: New Gambling Certification Rules
Personalized Advertising Policy Reorganization (Official)
Impact Level: Rendah | Berlaku untuk: Semua tipe kampanye
Apa yang berubah:
Google memperbarui kebijakan Personalized Advertising pada 7 Januari 2026 untuk “penataan yang lebih baik, kejelasan, dan keterbacaan.” Ini administratif saja; tidak ada perubahan substansi atau penegakan.
Ketersediaan Indonesia: Tersedia (global)
Langkah tindakan: Tidak perlu tindakan kecuali Anda sedang meninjau dokumentasi kebijakan untuk keperluan compliance.
Sumber:
-
Google Ads Policy: Update to Google Ads Personalized Advertising policy (January 2026)
Reporting & UI
PMax Channel-Level Reporting via API v23 (Official)
Impact Level: Tinggi | Berlaku untuk: Performance Max
Apa yang berubah:
Google Ads API v23, dirilis 27 Januari 2026, memperkenalkan channel-level reporting untuk kampanye Performance Max. Sebelumnya, reporting PMax mengembalikan nilai generik “MIXED” untuk ad network type. Sekarang, Anda bisa melihat data performa yang dipecah per channel spesifik: Search, Search Partners, Gmail, YouTube, Display, Discover, dan Maps. Data tersedia di level campaign, asset group, dan asset. Data historis tersedia dari pertengahan 2025 dan seterusnya.
Mengapa ini penting:
-
Menjawab keluhan #1 tentang PMax: “Uang saya habisnya di mana?”
-
Memungkinkan keputusan alokasi budget yang strategis berdasarkan performa channel nyata
-
Mengidentifikasi channel mana yang memberi ROAS terbaik dan mana yang memboroskan spend
-
Bisa dikombinasikan dengan segmen
ad_using_videodanad_using_product_datauntuk analisis kreatif-channel yang granular -
Akhirnya bisa membenarkan spend PMax ke klien/stakeholder dengan data per channel
Siapa yang perlu peduli: Semua pengiklan PMax, agency, developer yang membangun reporting tools.
Ketersediaan Indonesia: Tersedia
Bukti: Perubahan di level API tersedia untuk semua akun Google Ads global. “Update ini memberi developer dan pengiklan transparansi yang belum pernah ada sebelumnya.”
Langkah tindakan:
-
Jika Anda menggunakan Google Ads API atau tool pihak ketiga, upgrade ke API v23 segera
-
Update dashboard reporting Anda agar menangani enum channel spesifik (bukan “MIXED”)
-
Tarik laporan channel-level PMax pertama Anda dan analisis: channel mana yang menghasilkan konversi vs yang menghabiskan budget
-
Jika YouTube atau Display ROAS buruk, review dan perbaiki aset video/gambar untuk channel tersebut
-
Cross-reference dengan performa asset group untuk menemukan kombinasi kreatif-channel yang menang
-
Untuk agency: buat laporan klien yang menampilkan breakdown channel PMax — ini trust-builder besar
Contoh: Retailer yang menjalankan PMax kini bisa melihat: Search menghasilkan 60% konversi pada CPA $15, YouTube 25% pada $22, dan Display 15% pada $40. Data ini memungkinkan keputusan investasi aset yang lebih tepat.
Risiko/catatan: Membutuhkan API v23; belum tersedia di Google Ads UI untuk semua pengguna. Developer harus update client libraries. Perubahan perilaku (MIXED → nilai spesifik) bisa merusak sistem reporting yang sudah ada bila tidak dipersiapkan.
Product Campaign Eligibility Dashboard (Official)
Apa yang berubah:
Google Ads merilis fitur tracking eligibility produk baru di bagian Products (Februari 2026). Fitur ini menunjukkan kampanye mana saja yang eligible untuk tiap produk, dengan panel pop-up yang menampilkan kampanye “Eligible” dan “Not eligible”, grafik tren, serta filter lanjutan berdasarkan status, tipe kampanye, kategori, brand, dan custom labels. Tidak perlu opt-in — muncul otomatis untuk akun dengan Shopping atau PMax.
Mengapa ini penting:
-
Cepat menemukan produk yang tidak masuk kampanye (peluang revenue hilang)
-
Mengidentifikasi overlap kampanye saat produk saling berkompetisi
-
Mengurangi jam troubleshooting manual di Merchant Center dan Google Ads
-
Penting untuk pengiklan dengan katalog besar (100+ SKU)
Siapa yang perlu peduli: Ecommerce, retail, seller marketplace yang menjalankan Shopping atau PMax.
Ketersediaan Indonesia: Tersedia
Bukti: “Fitur diluncurkan pada Februari 2026 dan tersedia untuk semua pengiklan yang menjalankan Shopping atau Performance Max.” Tidak ada batasan geografis yang disebutkan.
Langkah tindakan:
-
Masuk ke Products di Google Ads → review status eligibility untuk semua produk
-
Filter “Not eligible” untuk menemukan produk yang tidak masuk kampanye
-
Cross-check dengan Merchant Center diagnostics untuk isu feed
-
Buat rutinitas audit mingguan untuk menangkap perubahan eligibility
-
Untuk katalog besar, export baseline data dan track tren dari waktu ke waktu
Sumber:
-
ALM Corp: Google Ads Product Eligibility Dashboard Guide
-
Search Engine Land: Google Ads simplifies product campaign tracking
-
PPC News Feed: Product Eligibility Per Campaign Now Live
“Indonesia Lens” — Practical Local Notes
-
AI Overviews sudah live di Indonesia — ini placement iklan baru dengan visibilitas tinggi yang pengiklan Indonesia dapatkan gratis (tanpa setup tambahan). Fokus pada relevansi iklan dan kualitas aset. Saat ini hanya untuk penelusuran berbahasa Inggris.
-
Ramadan 2026 sudah dekat (akhir Februari–Maret) — gunakan Campaign Total Budgets untuk promosi Ramadan alih-alih daily budgets. Tetapkan total budget untuk kampanye 30 hari penuh dan biarkan Google mengatur pacing. Ini ideal untuk pola traffic yang meledak-ledak saat window belanja sahur dan iftar.
-
WhatsApp flows tetap krusial — saat call-only ads deprecated, pengiklan Indonesia sebaiknya menggabungkan RSA dengan call assets DAN WhatsApp business messaging extensions untuk lead gen. Banyak konsumen Indonesia lebih memilih WhatsApp daripada telepon.
-
Sensitivitas budget — Nano Banana Pro gratis untuk semua pengguna Google Ads. UKM Indonesia kini bisa membuat gambar produk profesional tanpa fotografer atau desainer. Gunakan prompt English untuk hasil terbaik.
-
Risiko kualitas lead dengan perubahan Lookalike Demand Gen — pengiklan lead gen Indonesia (terutama B2B dan edukasi) harus memantau kualitas lead secara ketat ketika Lookalike beralih ke AI suggestion mode pada Maret. Opt-out jika kualitas turun.
-
Kesiapan conversion tracking — PMax Channel-Level Reporting hanya berguna jika tracking konversi Anda benar. Pastikan GA4 terkonfigurasi benar, enhanced conversions aktif, dan offline conversion imports berjalan (untuk lead gen). Ini titik lemah umum bagi banyak pengiklan Indonesia.
-
Pengiklan crypto: bergerak sekarang — jika Anda exchange crypto berizin OJK, Anda punya first-mover advantage di Google. Bangun kampanye Search yang menarget “beli bitcoin,” “exchange crypto Indonesia,” dan query terkait.
-
Gap aset bahasa — banyak tool kreatif AI (prompt Nano Banana Pro, Veo 3) bekerja paling baik dalam English. Pengiklan Indonesia sebaiknya menulis prompt dalam English tetapi menyertakan teks Bahasa Indonesia sebagai instruksi eksplisit untuk overlay teks pada gambar.
-
Transparansi channel PMax — dengan reporting channel baru, pengiklan Indonesia akhirnya bisa mengecek apakah budget PMax dibelanjakan efisien di Search vs Display vs YouTube. Jika Display menghabiskan budget dengan ROAS buruk, perbaiki aset gambar atau tambahkan placement exclusions.
-
Eligibility produk untuk seller marketplace — merchant ecommerce Indonesia (seller Tokopedia/Shopee yang ekspansi ke Google Shopping) sebaiknya memakai Product Eligibility Dashboard baru untuk memastikan semua produk aktif di kampanye yang tepat.
Quick Wins Checklist — Implementasi Segera
-
Cek Nano Banana Pro — Buka Asset Studio → generate 3 gambar produk untuk item terlaris (gratis, tanpa setup)
-
Audit call-only ads — Cari call-only ads aktif di akun → buat RSA pengganti dengan call assets
-
Review pengaturan video Demand Gen — Cek apakah auto-generated videos aktif → review kualitas, opt-out bila perlu
-
Set total budget kampanye pertama Anda — Pilih satu promosi terdekat → gunakan total budget alih-alih daily
-
Tarik laporan channel PMax — Jika Anda memakai API tools, upgrade ke v23 → jalankan laporan channel-level pertama
-
Cek Product Eligibility — Masuk Products → filter “Not eligible” → perbaiki 10 isu teratas
-
Konfigurasi Text Guidelines — Jika AI Max text guidelines tersedia → tambahkan 10 term exclusions dan 5 message restrictions
-
Siapkan aset Ramadan — Gunakan Nano Banana Pro untuk membuat gambar produk bertema Ramadan
-
Review setting Lookalike — Identifikasi ad group Demand Gen yang memakai Lookalike → putuskan opt-in vs opt-out sebelum Maret
-
Pengiklan crypto: ajukan sertifikasi — Jika berizin OJK, ajukan restricted financial products certification Google sekarang
Per: 16 Februari 2026
Disclaimer: Fitur Google Ads diluncurkan bertahap. Ketersediaan dapat bervariasi menurut akun, region, status billing, dan histori akun. Fitur yang disebut “rolling out” mungkin belum terlihat di semua akun Indonesia. Selalu verifikasi ketersediaan fitur di akun Google Ads Anda sendiri. Update berlabel “Reported” bersumber dari sumber sekunder kredibel dan belum dikonfirmasi via dokumentasi resmi Google.
Penilaian ketersediaan Indonesia didasarkan pada dokumentasi resmi, pernyataan rollout global, atau ditandai “Unconfirmed” ketika bukti tidak cukup.
Sumber yang digunakan: Google Ads Blog, Google Ads Developer Blog, Google Ads Help Center, Google Ads Policy Center, Search Engine Land, PPC News Feed, PPC Land, SE Roundtable, Swipe Insight, dan outlet PPC kredibel lainnya. Semua sumber disitasi inline di sepanjang post ini
