Mengenal Apa itu Facebook CPAS dan Manfaatnya Untuk Bisnis

Pasar digital saat ini memang sedang berkembang dan punya prospek yang baik untuk bisnis. Strategi marketing digital untuk kepentingan keuntungan bisnis akan menjanjikan dengan cara pemasaran yang lebih efektif namun juga hemat. Salah satunya adalah dengan collaborative ads seperti Facebook CPAS. Kenali apa itu CPAS dan apa saja manfaatnya yang banyak digunakan saat ini.
Baca Juga: 6 Cara Meningkatkan Penjualan dengan Facebook Ads
Mengenal Apa Itu CPAS?
Facebook CPAS adalah istilah yang umum digunakan untuk menyebut Collaborative Performance Advertising Solution. Saat ini, istilah resmi yang digunakan Meta adalah Meta Collaborative Ads atau Collaborative Ads.
Facebook CPAS adalah solusi iklan kolaboratif yang memungkinkan brand menjalankan iklan produk yang dijual melalui marketplace atau retailer, lalu menayangkannya kepada pengguna Facebook dan Instagram. Dengan CPAS, brand dapat mempromosikan produk yang tersedia di marketplace tanpa harus mengarahkan traffic ke website sendiri.
Secara sederhana, CPAS bekerja dengan cara menghubungkan katalog produk dari marketplace atau retailer ke ekosistem iklan Meta. Retail partner akan membagikan catalog segment kepada brand, lalu brand dapat menggunakan catalog segment tersebut untuk menjalankan campaign penjualan di Meta Ads Manager.
Contoh sederhananya:
Sebuah brand skincare menjual produk di Shopee. Melalui Facebook CPAS, brand tersebut dapat menjalankan iklan di Facebook dan Instagram yang menampilkan produk dari toko Shopee mereka. Ketika pengguna mengklik iklan, pengguna akan diarahkan ke halaman produk di Shopee untuk melakukan pembelian.
Dengan cara ini, CPAS membantu brand menjangkau pengguna Meta sekaligus tetap menjaga transaksi terjadi di marketplace.
Perbedaan Facebook CPAS dan Facebook Ads
Walaupun sama-sama dijalankan melalui ekosistem Meta Ads, Facebook CPAS dan Facebook Ads biasa memiliki perbedaan penting.
| Aspek | Facebook Ads Biasa | Facebook CPAS / Collaborative Ads |
|---|---|---|
| Tujuan utama | Mengarahkan traffic ke website, app, Facebook Page, Instagram, atau WhatsApp | Mengarahkan traffic ke produk di marketplace atau retailer |
| Sumber katalog | Katalog milik brand sendiri | Catalog segment yang dibagikan oleh marketplace atau retailer |
| Lokasi transaksi | Website, app, WhatsApp, atau channel milik brand | Marketplace atau retailer partner |
| Tracking conversion | Biasanya dari Meta Pixel, CAPI, atau event milik brand | Bergantung pada data dan event yang dibagikan retailer |
| Cocok untuk | Brand dengan website atau channel penjualan sendiri | Brand yang menjual produk melalui marketplace |
| Data produk | Dikelola oleh brand | Berasal dari katalog retailer atau marketplace |
| Contoh penggunaan | Iklan ke website brand | Iklan produk Shopee, Tokopedia, Lazada, atau retailer partner |
Facebook Ads biasa cocok jika brand memiliki website sendiri, landing page, atau channel penjualan langsung. Sementara Facebook CPAS cocok jika brand ingin mendorong penjualan produk yang tersedia di marketplace.
Manfaat CPAS Bagi Bisnis Online
1. Menjangkau Audiens Facebook dan Instagram
Salah satu manfaat utama Facebook CPAS adalah membantu brand menjangkau pengguna Facebook dan Instagram. Dengan jangkauan Meta yang luas, brand bisa membawa calon pembeli dari media sosial ke halaman produk marketplace.
Ini sangat berguna untuk brand yang memiliki produk bagus di marketplace tetapi membutuhkan traffic tambahan dari luar marketplace.
2. Mengarahkan Traffic Langsung ke Marketplace
Facebook CPAS memungkinkan iklan diarahkan langsung ke halaman produk di marketplace. Ketika pengguna tertarik dengan iklan, mereka dapat mengklik dan langsung melihat produk di toko marketplace.
Alur ini mempersingkat perjalanan pengguna karena mereka tidak perlu masuk ke website brand terlebih dahulu. Untuk bisnis yang fokus pada penjualan marketplace, ini dapat membantu meningkatkan peluang konversi.
3. Menampilkan Produk yang Lebih Relevan
CPAS menggunakan catalog segment, sehingga iklan dapat menampilkan produk yang relevan dari katalog marketplace. Format ini cocok untuk menayangkan iklan produk secara dinamis, misalnya dalam bentuk carousel atau catalog ads.
Jika brand memiliki banyak SKU, CPAS dapat membantu menampilkan produk yang lebih sesuai dengan minat dan perilaku pengguna.
4. Mendukung Retargeting Marketplace
Salah satu kekuatan CPAS adalah potensi retargeting kepada pengguna yang pernah berinteraksi dengan produk atau kategori terkait di marketplace, tergantung permission dan data yang dibagikan oleh retail partner.
Contoh segment yang bisa relevan:
- Pengguna yang pernah melihat produk serupa
- Pengguna yang pernah menambahkan produk ke keranjang
- Pengguna yang pernah membeli produk kategori tertentu
- Pengguna yang berinteraksi dengan katalog atau iklan produk
Ketersediaan segment ini dapat berbeda-beda tergantung marketplace, kebijakan data, dan pengaturan collaborative ads.
5. Membantu Meningkatkan Konversi Penjualan
Karena iklan diarahkan ke marketplace, pengguna dapat langsung melakukan pembelian di platform yang sudah familiar. Marketplace biasanya sudah memiliki sistem pembayaran, promo, voucher, review, dan logistik yang membantu mendorong keputusan pembelian.
Untuk produk yang membutuhkan trust seperti beauty, FMCG, mom and baby, elektronik, dan home living, kehadiran review dan rating di marketplace dapat memperkuat peluang conversion.
6. Mendukung Optimasi Iklan Berbasis Data
Facebook CPAS memungkinkan brand menjalankan iklan dengan data katalog dan event marketplace. Dengan struktur campaign yang tepat, brand dapat mengoptimalkan campaign berdasarkan hasil seperti view content, add to cart, purchase, sales value, dan ROAS.
Data ini membantu brand memahami produk mana yang lebih efektif dijual, creative mana yang menghasilkan performa terbaik, dan audience mana yang lebih berpotensi melakukan pembelian.
7. Cocok untuk Brand yang Belum Memiliki Website E-Commerce
Tidak semua brand memiliki website e-commerce sendiri. Banyak bisnis memilih marketplace sebagai channel utama karena lebih cepat digunakan dan sudah memiliki ekosistem pembeli.
Dengan CPAS, brand tetap dapat beriklan menggunakan Facebook dan Instagram tanpa harus membangun website transaksi sendiri terlebih dahulu.
8. Membantu Membandingkan Performa Channel Iklan
Brand dapat membandingkan performa CPAS dengan iklan marketplace internal, Meta Ads biasa, Google Ads, atau campaign organik. Dengan laporan yang tepat, brand bisa melihat channel mana yang menghasilkan traffic, conversion, dan ROAS terbaik.
Target Market CPAS yang Dapat Dijangkau
A. Pengunjung Marketplace
Sebagai contoh, ketika pengguna shopee belum pernah datang ke toko shoppe Anda namun pernah melihat produk yang serupa dengan produk Anda, maka ketika anda memasang CPAS di Shopee, iklan produk serupa Anda akan dapat muncul pada facebook atau instagram mereka. Sehingga sangan bermanfaat untuk meningkatkan Awareness.
B. Pernah Membeli produk di Marketplace
Kita ambil contoh yang sama, ketika pengguna melakukan pembelian di shopee kompetitor maupun toko Anda, iklan yang dipasang dapat menjangkau pengguna tersebut. Data pelanggan dapat dipelajari berdasarkan histori aktifitas mereka.
C. Klik Iklan Kompetitor
Salah satu segmen pasar lainnya yang akan bisa dituju bila Anda menggunakan strategi marketing dengan CPAS Facebook ini adalah Anda dapat menjangkau orang yang pernah berinteraksi dengan iklan yang dipasang oleh kompetitor lain sebelumnya. Sehingga iklan yang Anda tawarkan dapat terlihat pada pengguna tersebut.
Target market yang telah disebutkan diatas tidak hanya berguna untuk pengguna CPAS Shopee saja namun pengguna CPAS di Tokopedia, Lazada dan lainnnya.
Penerapan Facebook CPAS
A. CPAS Shopee
Salah satu marketplace yang bekerja sama untuk menggunakan fitur CPAS ini adalah Shopee. Bila ingin memasang iklan di Shopee ini, Anda tidak memerlukan toko secara fisik. Beberapa syarat untuk menggunakan CPAS Shopee adalah seperti mempunyai ID Seller yang aktif, ID Facebok, dan punya Facebook Ad Account ID yang baru.
B. CPAS Tokopedia
Satu lagi marketplace yang bisa dipilih untuk menjalankan fitur Facebook CPAS ini adalah Tokopedia. Beberapa syarat yang harus dipenuhi antara lain seperti terdaftar sebagai official store di Tokopedia, jumlah produk minimal 20 SKU, mempunyai akun bisnis manager, gambar produk sebesar 600px x 600px dan tidak menjual produk berbahaya.
C. CPAS Lazada
Pilihan marketplace lainnya adalah Lazada. Cara untuk memasang CPAS di Lazada ini mudah saja yaitu dengan membuka Facebook CPAS Directory kemudian cari Lazada. Klik View Profile, lanjut dengan klik Start Request. Lengkapi form yang disediakan dan kemudian tunggu informasi selanjutnya dari Facebook Representative atau pihak Lazada.
Kesimpulan
Fitur CPAS yang disediakan oleh Facebook ini menjadi suatu pilihan marketing digital yang efektif dan efisien untuk mengembangkan bisnis Anda. Namun untuk sayangnya menggunakan CPAS, Anda tidak bisa menjalankannya sendiri secara langsung. Hal ini karena untuk menggunakan fitur iklan ini akan membutuhkan bantuan RM atau Relationship Manager.
Setiap Relationship Manager tersebut akan berbeda berasal dari berbagai macam marketplace yang bekerja sama dengan Facebook. Oleh karena itu, tidak semua pengiklan dapat menggunakan fitur CPAS. Relationship Manager tersebut biasanya akan dikelola langsung oleh Jasa Iklan FB Ads yang memang sudah ditunjuk oleh Facebook CPAS seperti Doxadigital Creative Digital Marketing Agency
Itu dia sekilas tentang salah satu strategi digital merketing yang potensial digunakan saat ini. CPAS akan membuat produk bisnis Anda di marketplace dapat dilihat oleh lebih banyak pengguna dari berbagai macam platform marketplace ke jaringan facebook. Strategi marketing digital ini akan membuat usaha Anda lebih berkembang dengan anggaran yang lebih efisien. Konsultasikan Kebutahan Bisnis Anda Sekarang, GRATIS!
FAQ
Apa itu Facebook CPAS?
Facebook CPAS adalah solusi iklan kolaboratif yang memungkinkan brand mempromosikan produk yang dijual di marketplace melalui Facebook dan Instagram. Istilah resmi Meta saat ini adalah Meta Collaborative Ads.
Apa bedanya Facebook CPAS dan Facebook Ads?
Facebook Ads biasa biasanya mengarahkan pengguna ke website, app, Facebook Page, Instagram, atau WhatsApp. Facebook CPAS mengarahkan pengguna ke halaman produk di marketplace atau retailer partner menggunakan catalog segment yang dibagikan oleh partner.
Apa itu Meta Collaborative Ads?
Meta Collaborative Ads adalah solusi dari Meta yang memungkinkan brand dan retailer bekerja sama menjalankan campaign penjualan berbasis katalog produk. Brand dapat menggunakan catalog segment dari retailer untuk menjalankan iklan di Meta Ads.
Apakah CPAS bisa digunakan untuk Shopee?
CPAS dapat digunakan untuk marketplace yang mendukung Collaborative Ads, termasuk beberapa marketplace populer. Namun, ketersediaan dan syarat aktivasi dapat berbeda tergantung marketplace, kategori produk, dan kebijakan partner.
Apakah Facebook CPAS cocok untuk bisnis kecil?
CPAS bisa cocok untuk bisnis yang menjual produk di marketplace dan memenuhi syarat partner. Namun, bisnis kecil perlu memastikan stok, halaman produk, budget iklan, dan kesiapan operasional sudah memadai.
Apa KPI utama Facebook CPAS?
KPI utama Facebook CPAS meliputi purchases, sales value, ROAS, cost per purchase, add to cart, product views, CTR, CPC, dan product-level performance.
Apakah CPAS bisa meningkatkan penjualan marketplace?
CPAS dapat membantu meningkatkan penjualan marketplace jika produk, audience, creative, product set, promo, dan halaman produk sudah dioptimalkan. Hasil tetap bergantung pada strategi campaign dan kondisi bisnis.
Apakah CPAS harus menggunakan jasa agency?
Tidak selalu, tetapi agency dapat membantu jika bisnis belum memahami setup catalog segment, Meta Ads Manager, product set, tracking, optimasi campaign, dan reporting CPAS.

